Skip to content

Kuliah Ilmiah TQN (Thoreqat Qodiriah Naqsyandiah)


JASA-JASA NABI

KH. ZEZEN ZAENAL ABIDIN BAZUL ASYHAB

Apabila masih ada orang yang tidak beriman kepada Alloh dan Rasul tidak syahadat karena mereka tidak tau jasa-jasa Nabi. Kenapa yang sudah iman masih ada yang belum taat, belum taqwa, malas ibadah tengah malam tidur terus shalat fardu akhir waktu shhalat sunat ditinggalkan karena tidak trau atau lupa terhadap jasa Nabi. Jadi yang pertama kita harus mengetahui jasa-jasa Nabi.

Dalam kitab Al-Burdah diterangkan “Kalau tidak ada Nabi dunia ini tidak akan ada”. Yakini dan jangan ragu-ragu, diri kita, keluarga, alam sekitar, bumi semuanya tidak akan ada kalau tidak ada Nabi. Bukan berarti semua ini ciptaan Nabi, tetapi “Waja’alna lukilli syai’in sababa”(segala sesuatu itu memakai sebab). Makhluk pertama yang Alloh ciptakan adalah sebuah cahaya yang disebut Nur Muhammad, jasadnya belum ada. Dari sanalah Alloh menciptakan makhluk lain.

Jasa Nabi selanjutnya adalah Dinul Islam (Agama Islam). Kalau Alloh tidak mengutus Nabi kita tidak akan tahu agama islam, tidak akan tahu Al-Quran, tidak akan tahu kalimat La Ilaha Illalloh muhammadurrosululloh. Beliau SAW berkiprah, berjuang menegakkan agama islam selama kurang lebih 23 tahun di makah dan madinah. Datangnya agama islam ke Indonesia dibawa oleh Wali Sanga.

KH. ZEZEN ZAENAL ABIDIN BAZUL ASYHAB

(Masjid Nurul Ulum Kampus IAILM Suryalaya )

Sebenarnya gema dzikrulloh berthorekat itu bukan barang baru tetapi barang lama yang terpendam sengaja dihalang-halangi, diganjal oleh musuh islam. Tetapi untuk menghalangi umat Islam dari dzikir yang sebenarnya akan lebih mudah apabila dihalanginya oleh para ulama, maka dari itu lisan ulama banyak diperalat untuk menghalangi umat Islam dari dzikir yang sebenarnya.

Di dalam bidang apapun yang baik itu yang ahli, kalau membuat bangunan oleh tukang yang bukan ahli dalam bidang bangunan maka tidak akan benar berdirinya bangunan itu. Begitu juga dengan dzikir, dengan izin Alloh sekarang ini sudah mulai bergema kembali di seluruh penjuru dunia. Alhamdulillah kita yang sedang belajar dzikir mudah-mudahan oleh Alloh dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang ahli dzikir, ahli mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLOH.

Ruh Syahadat

Salah satu kekeliruan umat Islam di dunia, di Indonesia adalah menganggap rukun islam itu barang rendahan bukan ilmu yang tingkat tinggi, yang disebut ilmu yang tinggi kalau sudah belajar ngaji ushul fiqih, belajar sains, ekonomi, politik, dan lain sebagainya.

Di dalam kitab Al-bukhori ada 7000 (tujuh ribu) hadist bukhori, hanya satu hadits yang dikirimkan oleh Alloh melalui Malaikat Jibril yaitu tentang rukun Islam, hadits ini tidak disebut hadits qudsi karena Malaikat Jibril menyampaikannya dengan menyerupai manusia. Dalam riwayatnya menyatakan pada suatu hari Nabi Muhammad sedang berkumpul bersama shahabat, tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian serba putih. Para shahabat kebingungan dan bertanya-tanya siapa gerangan yang datang? Kalau asli pribumi pasti kenal, tapi kalau orang jauh tidak kelihatan bekas perjalanan. Lalu orang itu masuk dengan gaya ‘sok akrab’ kepada Rosul, duduk di depan Rosul dengan posisi dengkulnya dirapatkan dengan dengkul Rosul. lalu orang itu bertanya “jelaskan kepadaku tentang Iman?!”, Rosul menjawab dan menerangkan tentang rukun iman yang enam. Orang itu bertanya lagi “jelaskan kepadaku tentang islam?!” Rosul menjawab dan menerangkan tentang rukun islam yang lima. orang itu bertanya lagi “jelaskan kepadaku tentang ihsan?!” Rosul menjawab dan menerangkan tentang rukun ihsan yang satu. Setelah selesai orang tersebut keluar dari kumpulan. Rasul bertanya pada shahabat, “apa kalian tahu siapa yang datang barusan?” Shahabat menjawab “tidak, hanya Alloh dan RosulNya yang mengatahui”. Rosul menerangkan “itu adalah Malaikat Jibril yang menerangkan tentang rukun agama kepada kita”.

Andaikan umat islam di Dunia di Indonesia syahadatnya diurus, diolah, diproduksi akan menghasilkan lima sifat yaitu makrifat, mahabbah, syukur, jihad di jalan Alloh dan ikhlash dalam setiap perbuatan maka sembuhlah Negara ini, sehatlah Negara ini, sejahteralah Negara ini.

Syahadat kudu ngabukur artinya Syahadat harus berbuah kenapa ibadah lemah, shodaqoh sulit, sholat malam sulit.

makrifat wafi angfusikum afala tubsirun

mahabah syukur jihad berjuang sing akur hate ikhlas ulah kabur

Hadits tentang rukun Islam dikirimnya oleh Malaikat Jibril dengan menyerupai manusia ada hadits biasa sebab diucapkan oleh Rasul melalui perantaraan Malaikat Jibril.

(riwayat jibril) bismillahi manal arifi bimanjilati kun minalloh

KH. ZEZEN ZAENAL ABIDIN BAZUL ASYHAB

(Masjid Nurul Ulum)

Seseorang baru tahu bahwa orang lain telah menghargai dirinya tapi dirinya belum tahu cara menghargai orang lain. Lalu bagaimana caranya kita bisa menghargai orang lain?. Cari kelemahan kita dari orng lain dan cari kelebihan orang lain daripada kita, baru kita bisa menghormati dan menghargai orang lain..

Tidak ada orang yang tidak sengaja dibuat oleh Alloh tapi semuanya manusia diciptakan oleh Alloh dengan mengemban satu tugas yaitu beribadah, “wama kholaqtul jinna wal ingsa illa liya’budun”. taqwa dengan sebenar-benarnya taqwa. yang sudah iman laksanakan taqwanya yang belum iman harus iman dulu..

Semua manusia bertugas untuk taqwa dan ibadah. Tetapi untuk mengerjakan ibadah itu banyak halangannya banyak gangguannya.

Penghalang ibadah menurut Imam Al-Ghozali ada empat yaitu:

Diri Sendiri (nafsu).  Kebendaan, bukan bendanya, kalau bendanya disuruh oleh Alloh untuk ibadah tetapi yang menggunakan benda itu yang tidak bisa menggunakannya untuk ibadah. Kita sedang di kantor, sedang bekerja, rapat, atau yang lainnya, kita sedang mencuci mobil, mencuci motor, sedang mengurus ini mengurus itu, tetapi ketika itu terdengar suara adzan tapi kita tidak segera meninggalkan pekerjaan tersebut untuk melaksanakan ibadah maka kita belum mampu untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai manusia yaitu ibadah.

Sesama manusia (istri, suami, orang tua, mertua, anak, saudara, teman, majikan dan lain sebagainya). Kalau kita belum bisa mengalahkan mereka hanya untuk beribadah kepada Alloh maka kita belum bisa melaksanakan kewajiban kita sebagai manusia yaitu beribadah.

Syetan.

Bagaimana caranya kita melawan penghalang-penghalang tersebut? Apakah nafsu dapat dilawan dengan pidato? Siapa yang bisa melawan nafsu dan syetan? Hanya Alloh yang bisa melawan penghalang-penghalang itu, karena Alloh yang menciptakan mereka. Selanjutnya bagaimana caranya supaya kita mendekati Alloh yang akhirnya supaya Alloh bisa membantu kita melawan nafsu, kebendaan, sesama makhluk, dan syetan. Menurut Al-Quran dan hadits rasul untuk mendekatkan diri pada Alloh hanya dengan dzikir..

Khidmat Ilmiah Manaqib Bulan Dzulhijah 1429 H

Oleh : KH. Abdul Gaos Saefulloh Maslul

Kabar dari pikiran rakyat dibandingkan kabar dari sohabat pasti yang benar menurut iman adalah kabar dari para sohabat. Tidak akan ada malaikat munkar nakir nongkrong di kuburan ahli la ilaha illalloh.

Sholat tasbih empat rakaat dua salam setelah tahajud,tasbih itu subhanalloh walhamdulillah wala ilaha illaloh wallohu akbar, itu tasbih padahal menurut hadis tasabih, tasbihun satu kalimat tasbih, tasbihani dua tasabihat beberapa kalimat tasbih. Tasbihatun jamak muannas tasbihun tasbihani tasbihuna tasbihatun tasbihatun tasbihatani tasbihatun.

Tasabihat beberapa kalimat tasbih, ini menurut silsilah TQN ke 19 yaitu Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani. Jadi kalau dihitung menurut aturan sholat tasbih itu 4 rakaat 300 tasbih menurut Syekh Abdul Qodir 1200 tasbih. Tiap rakaat 75 kali tasbih kata yang lain menurut para ulama se-dunia sholat tasbih itu 300 tasbih, tapi menurut pengamatan Syekh Abdul Qodir bukan 300 tasbih tapi 1200 tasbih (300 subhanalloh, 300 alhamdulillah, 300 laa ilaaha illaloh, 300 allohu akbar).

Berapa juta orang islam se dunia sekarang sedang kumpul di mina untuk melempar tiang beton. Dari sekian banyak itu mereka sedang mengisi persoalan masalah testing seperti di Indonesia yang sedang testing PNS. Dari sekian banyak yang ikut testing berharap untuk lulus tetapi yang diterima Cuma satu. Jangankan jadi ibadah haji jadi PNS saja harus melalui tahap testing dua ratus soalan apalagi ibadah haji.

Seorang muballigh ceramah katanya: Sujud itu ada dua pertama sunat unta kedua sunah rasul, sujud unta tangan dulu sedangkan sujud sunah rasul dengkul dulu.

Seluruh manusia mendo’akan orang yang sedang pergi haji mudah-mudahan menjadi haji yang mabrur. Tetapi jika ditanya kalau ketika berangkat dari cengkareng ke makah ketika di pesawat ada waktu sholat atau tidak? Ada katanya. Bagiamana harus melaksanakan sholat kaya unta (tangan dulu) apalagi sunah rasul juga tidak sempat karena waktu di pesawat badan kita diikat, bagaimana menjadi haji mabrur sholat juga tidak.

Sholat itu tiangnya agama jikalau sholatnya sempurna maka kuatlah agamanya tetapi kalau tidak sempurna jangan harap agamanya akan kuat. Maksudnya jangan harap menjadi haji mabrur sholatnya juga tidak. Ketika kita sedang berada di pesawat kita wajib melaksanakan sholat, tapi mau melaksanakan sholat seperti sujud unta bagaimana sujud seperti rasul juga tidak bisa, mau kapan datangya haji babrur kalau tidak sholat.

Seluruh umat islam harus berkeinginan untuk pergi ibadah haji masalah jadi atau tidaknya gimana nanti saja tergantung duit.

Pergi ke mekah itu satu kali seumur hidup, tetapi harus sering bertemu ka’bah, harus sering bertemu masjidil haram, Lima rukun islam tidak bisa dipisahkan seperti kepalan tangan kita tidak mungkin disebut kepalan kalau tidak semua jari dikepalkan. Jadi sholat yang ditetapkan Rosululloh tidak dikerjakan bagaimana mau menjadi haji mabrur. Lalu bagaimana sholat di pesawat? Nah di situ kita melaksakan sunat rosululloh yaitu sholat sambil duduk, bukan sholat sunat tetapi sholat fardhu sesuai sunat Rasul yaitu sholat sambil duduk. Kalau belum sempat berangkat ke mekah maka Harus sering menghadap ke ka’bah dalam artian melaksanakan sholat lima waktu menghadap ke ka’bah menghadap ke mekah itulah yang dalam bahaasa arab disebut robithoh atau washithoh atau wasilah

Robithoh ada dua macam, robithoh wajib dan robithoh sunat.

Robithoh wajib : sholat menghadap ke ka’bah dalam sholat sebelum takbir harus menghadap kiblat hukumnya wajib. Menghadap ke ka’bah jangan Cuma dzohir saja tetapi menghadaap harus dengan bathinnya. Badan (dzohir) menghadap ke ka’bah tetapi hatinya harus menghadap Alloh.

Kun fiddunya bibadanika wafil akhiroti biqalbika

Kamu tetap ada di dunia dengan badan lahir saja tetapi sudah ada di tempat yang lain dengan hati saja, tempat yang lain adalah qolbul mukmin baitulloh hati orang beriman adalah rumah Alloh. Makanya satu nama Alloh disimpan di dalam qolbu. Itulah yang akan menjadikan haji mabrur, menjadi shalat mabrur, menjadikan zakat mabrur, menjadikan puasa mabrur, kalau tidak ada itu ibarat dompet kosong tidak ada isinya. Badan kosong tidak ada ruhnya.

Berita dari para sahabat yaitu dari sekian banyak orang yang melakukan ibadah haji ka’bah hanya menjadikan tujuh puluh ribu orang saja. Ibadah haji hanya wajib bagi orang yang mampu terutama dalam segi ekonomi, tapi Barang siapa yang ingin melaksanakan ibadah haji tetapi tidak mampu dalam segi ekonomi maka jalan keluarnya adalah harus seering melaksanakan sholat lima waktu supaya sering bertemu ka’bah. Lebih baik sholat di derah kita tetapi hakekatnya sholat di mekah, sholat syari’at yaitu walupun sholatnya di daerah masing-masing hakekatnya sholat di mekah. Yang sholat di hadapan ka’bah tetapi hati tidak mengahadap Alloh maka tidak dianggap shalat tetapi dianggapnya siulan dan tepukan berdasarkan surat Al-Anfal ayat 35 “walaupun jidatnya dihadapan ka’bah dianggapnya siulan dan tepuk tangan apabila hatinya tidak ingat kepada Alloh.

Robitoh sunat : sholat berjamaah harus mengikuti imam. Kalau imam

Jadi robitoh itu tidak musyrik seperti kita akan mengambil buah memakai tangga, tidak akan bisa sampai kepada mangga kalau tidak ada tangga. Contoh lain seperti seorang anak yang disuruh oleh orang tuanya untuk membetulkan genting yang rusak di atas rumahnya, lalu si anak itu tidak langsung naik tetapi dia melihat kiri dan kanan mencari tangga karena untuk memudahkan naik ke atas rumah kita harus menggunakan tangga, itulah yang disebut robithoh.

Dalam ibadah juga kita tidak akan sampai kepada Alloh kalau tidak melakukan robithoh yaitu melalui seorang guru mursyid kammil mukammil yang dapat membimbing dan membawa kita kepada Alloh

KH ZEZEN ZAENAL ABIDIN BAZUL ASYHAB

(11 Jumadil Awal 1430 H / 07 Mei 2009 M)

Di dalam kitab Asyrotul As-Sa’ah yang disusun Imam Yusuf bin Abdillah bin Yusuf Al-Wabil terdapat tanda-tanda kiamat kecil, yaitu : Sejak diangkatnya Muhammad diangkat sebagai Nabi karena Nabi muhammad adalah Nabi terakhir, maka kita adalah umat akhir dari Nabi terkhir. Meninggalnya Nabi. Melimpahnya harta. Dzohirnya fitnah dari timur. Terbunuhnya Sayyidina Usman. Terjadinya perang jamal. Terjadinya perang sipin. Bentrok antara Sayyidina ‘Ali dengan Ibu Siti ‘Aisyah. Munculnya kelompok khowarij. Terjadinya harrah. Fitnah omongan. Manusia lebih senang mengikuti kebiasaan leluhur daripada syari’ah. Ada orang yang mengaku manjadi Nabi. Munculnya perang di Turki perang di luar Arab. Menyepelekan amanat. Hilangnya ilmu dan banyak kebodohan. kedzoliman merajalela. Merebaknya perzinahan. Menyebarnya riba. Banyak yang mabuk minuman keras. Mendirikan masjid tapi tidak ada yang mengisi. Bangunan paling tinggi. Banyak prinsip perbudakan. Banyak perang. Waktu makin terasa. Pusat perdagangan. Banyak syirik. Memutuskan tali silaturrahmi. orang yang sudah tua ingin disebut masih muda. Perekonomian berkembang. Banyak terjadi bencana. terjadi gerhana. Orang sholeh banyak yang meninggal. Orang rendah sering naik ke papan atas. Orang baru mau mengucapkan salam hanya pada orang yang dia kenal. Orang bodoh diikuti umat. Wanita suka membukakan aurat. Orang puas berpidato tetapi pengamalan kurang. Meremehkan sunah-sunah. Banyaknya kebohongan. Lebih banyak wanita. Mati mendadak. Kemungkaran merajalela. Negara arab semakin sulit mengurus buminya. Banyak hujan tetapi pertanian tidak sejahtera. Binatang bicara pada manusia. Terbukanya Istambul sebagai lorong untuk bolak-balik dari timur ke Barat dan sebaliknya.. Banyak orang yang minta mati karena sudah berat menghadapi cobaan. orang yahudi meningkatkan memerangi islam Kota Madinah akan mengalami kehancuran. Suatu saat sebelum kiamat Ka’bah akan hancur..

Tanda-tanda kiamat besar, yaitu : Turunnya Imam Mahdi. Muncul dajjal. Turunnya Isa as. Sekelompok manusia dari zaman. Seluruh bumi diliput asap selama 40 hari sehingga terasa malam. Setelah gelap sekian lama datanglah cahaya matahari di sebelah barat. Datanglah dabah, binatang melata yang membawa tongkat Nabi Musa dan dipukulkannya kepada jidat manusia sehingga apabila orang itu kafir akan tertulis kafir pada jidatnya dan apabila muslim akan tertulis muslim pada jidatnya. Datanglah api menggiring manusia. Ditiupnya sangkakala..

Khidmat Ilmiah, 11 Syawal 1429 H

Oleh : KH. Zezen Zaenal Abidin Bazul Asyhab

Bulan ini bulan Syawal yaitu dilaksanakannya shalat Idul Fitri, manusia sedunia dari mulai Nabi Adam sampai dengan manusia akhir nanti tidak ada manusia satupun yang terbuat …. semuanya dibuat, baik yang fisiknya lengkap atau yang tidak lengkap, baik yang kakinya ada ataupun tidak ada, yang tangannya lengkap ataupun tidak lengkap, semuanya diciptakan oleh Allah. Ini diangkat dalam kitab Sirrur Asror Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani yang menjadi moto utama dalam bidang tasawuf.

Firman Allah :

“Wamaa kholaqtul jinna wal insa illa liya’budun”

artinya : ” Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah”

tapi itu saja belum cukup, rata-rata semua beranggapan seperti ini karena Depag menterjemahkan ayat ini hanya sebatas itu saja. Maka kebanyakan dari manusia asal sudah melaksanakan ibadah menganggap dirinya merasa telah memenuhi tugas karena terjemah DEPAG yang diterangkan oleh para penceramah di TV, Radio-radio dan mimbar-mimbar itu yang dipakai. jika kita merasa dengan sholat lima waktu, puasa ramadhan, bila telah nisab lalu berzakat dan bila kita mampu naik haji. Kita berfikir apabila telah melaksanakan semua itu saja kita telah memenuhi tugas dari Allah. Kita orang tasawuf jangan cuma sampai disitu pemikiran kita.

Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani telah menafsirkan “illa liya’budun” dalam kitab Sirrur Asror bahwa makna kalimat itu adalah liya’rifun. kalau anda ditanya kenapa “liya’budun” lamnya itu lam lita’lil, dia menasabkan ya’budun kalau fi’il mudhore dinasabkan harus hilang nunnya itu, sebab tanda sofanya itu ialah membuang nun, kenapa nun-nya masih juga tetap ada ? dijawab oleh ahli Ilmu alat, sebenarnya ujungnya itu bukan nun tapi iya, asalnya “wamaa kholaqtul jinna wal insa illa ilya’buduuniii” kenapa iya-nya dibuang apakah ada kaidah shorof dan nahwu yang membolehkan membuang iya mutakallim ? tidak ada. Lalu kenapa Allah membuang iya mutakallim ? disitu ilmunya Ilmu Saj’i (sastra). Jadi “…. Tidak Ku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk ma’rifat kepada Allah” bukan sebatas ibadah saja, banyak yang beribadah tapi tidak ma’rifat, kalau ahli ma’rifat pasti dia ahli ibadah. bila ada orang yang mengaku dirinya ma’rifat tapi tidak ibadah berarti aliran sesat. Suryalaya tidak begitu, kalau ada yang seperti itu ? itu bukan dari Suryalaya begitu saja.

Ramadhan itupun merupakan salah satu untuk mencetak manusia yaitu menjadi manusia yang bertaqwa, bagi orang yang belum belajar thareqat mungkin “La’lallakum tattaquun” sebatas menjadi orang sholeh saja, tapi untuk orang yang telah belajar thareqat harus menjadi “wasiliin” orang yang wusul kepada Allah Swt dan untuk menjadi hamba Allah yang sholeh tidak harus memiliki ilmu yang tinggi, maksudnya dengan ilmu dasar yang sedikitpun asalkan diamalkan dengan istiqomah anda bisa wusul kepada Allah, sebaliknya orang yang tinggi ilmunya tapi tidak istiqomah dalam pengamalan maka ia tidak akan wusul kepada Allah. Dalam kitab Jauhar Maknun “Kakulina Li’allimiin Dzigotillah Adzikru Miftahuliba bil Adro” banyak orang yang ilmunya tinggi tapi tidak mau belajar thareqat, tidak akan wusul kepada Allah. orang yang tidak menerima talqin dzikir thareqat muktabaroh dari mursyid, maka ia bisa jadi orang sholeh, orang baik tapi tidak akan mencapai tingkat wusul. Dalam kitab anwirul Qulub “Wa’lam annattarokiya mimma qoumin illa akhoro la budda laka minal musallik al ‘arifi biakhwalin nafsi”. Ketahuilah bahwa pergeseran peningkatan maqom nafsu dari satu tahap ke tahap yang lain tidak akan terwujud tanpa bimbingan guru yang mengetahui perjalanan ruh itu sendiri.

AMALIYAH TQN…, AMALKAN SAJA!

Ustadz Haji Ali Mohamed

Kira-kira sudah 25 tahun saya belajar tentang Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah dari Pangersa Abah Anom dan mengamalkannya. Dari waktu tersebut, sudah banyak rintangan, cobaan, hambatan yang pernah saya alami. Tapi, alhamdulillah, berkat karomah Pangersa Abah, saya dapat melewatinya dengan penuh kesabaran sambil terus melaksanakan amaliah TQN berupa Dzikrullah, khataman, manaqiban, mengamalkan Tanbih dalam kehidupan sehari-hari dan lain-lain. Tentu saja semua itu harus diiringi dengan kekuatan iman, keikhlasan, keyakinan dan kesabaran seperti sabarnya Nabi Ayub As.

Pertama : Kalimat Laa ilaaha Ilallah (dzikir Jahar yang kita amalkan), pada mulanya diletakkan oleh Allah (tertulis) pada tiang tiang ‘Arsy dan tidak ada satupun makhluk yang diciptakan oleh Allah kecuali ruhnya berdzikir dengan Laa Ilaaha Illallah. Karena kalimat Laa Ilaaha Illallah itu tidak lain merupakan huruf ALIF, LAM, LAM, HA (ALLAHU). Karena itu talqin dzikir (khofi) yang telah diisikan oleh Pangersa Abah atau Wakil Talqin yang telah ditunjuk oleh beliau, merupakan sesuatu perkara yang amat besar. Dalam suatu hadits disebutkan Laqqiinuu mautaakum laa ilaaha illallah. Ajarkanlah orang yang akan (hampir) mati dengan laa ilaaha illallah. Hadits ini jangan diartikan kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tapi yang akan mati itu adalah kita sendiri.

Laa ilaaha illallah memberikan kekuatan kepada kita sebagai muslim, laa ilaaha illallah menghubungkan kita langsung kepada Allah, laa ilaaha illallah memfanakan diri kita dari dunia yang akan kita tinggalkan, laa ilaaha illallah yang menjamin diri kita masuk surga, laa ilaaha illallah sebagai kekuatan umat Islam seperti yang diajarkan selama 12 tahun di Mekkah oleh Rasulullah Saw. Bilal bin Rabah telah mencontohkan kepada kita bagaimana kekuatan kalimat tersebut meskipun siksaan-siksaan didapatinya tapi dia tetap berkata, Ahadun, ahad, Allahu, Allah … Kita harus mempunyai keyakinan yang sempurna dengan kalimat tersebut. Karena banyak yang mengucapkan kalimat tersebut tapi tidak bisa sampai kepada Allah. Sayyidina ‘Alipun diajarkan oleh Nabi tentang hal tersebut sebagai suatu cara yang paling dekat, paling cepat, paling mudah, paling unggul untuk dekat kepada Allah. Dzikir inilah sebagai benteng kita untuk menghadapi setiap permasalahan kehidupan dunia. Dengan penuh kesabaran, keimanan, kegungan kalimat ini, hadapilah semua permasalahan itu sehingga timbul kesadaran bahwa kita adalah makhluk dan Allah adalah Khaliq.

Kedua Khatam atau khataman. Sebagai murid, hendaknya tidak perlu bertanya kepada Mursyid tentang amaliyah yang diperintahkan olehnya untuk mengamalkannya. Dzikir, amalkan saja, Khataman, amalkan saja, makaqiban amalkan saja, Tanbih amalkan saja. Kalau kita lihat isi dari khataman tersebut, maka akan tampak bahwa didalamnya terdapat sesuatu perkara dunia yang tersirat tapi tidak tersurat. Misalnya Allahumma yaa qoodiyal Haajaat. Banyak hajat dunia yang ingin kita penuhi, tapi dalam khataman tersebut cukup itu saja yang disampaikan kepada Allah, meskipun pendek tapi penuh dengan makna. Begitulah orang-orang yang telah berma’rifat kepada Allah menyampaikan hajatnya. Tidak perlu kita tambah dengan hal-hal lain. Cukup saja dengan Allahumma yaa qoodiyal Haajaat. Dan seterusnya. Dengan mengamalkan khataman, berarti kita telah menghubungkan diri dengan para nabi, para malaikat, para khulafaur rosyidin, para sholihin, para ‘ulama, orang tua kita, kaum muslimin dan lain-lain. Meskipun kalimat-kalimat dalam khataman pendek-pendek, tapi bisa mengadung seribu makna. Karena itu, amalkan saja! Itulah yang saya rasakan selama 25 tahun mengamalkannya. Jangan lupa kuncinya adalah sabar. Insya Allah dengan berkah dzikir dan khataman setiap permasalah hidup yang kita hadapi akan diberikan jalan keluar oleh Allah.

Ketiga Manaqiban. Meskipun didalamnya terdapat bermacam-macam karomah Syekh Abdul Qodur Jailani yang berada diluar kebiasaan manusia, kita harus percaya, jangan agu-ragu, karena itulah karomah. Di dalam al-Qur’anpun bermacam-macam keluarbiasaan dari seorang manusia yang telah dimuliakan oleh Allah bisa kita baca seperti dalam kisah Ashabul Kahfi, kisah Siti Maryam dan lain-lain. Mereka bukanlah Rasul yang diberikan mu’jizat tapi hanya seorang yang telah dimuliakan oleh Allah dengan karomahnya dengan berkahnya. Syekh ‘Abdul Qodir Jailani sampai berani mengatakan, barang siapa yang ingin berhubungan denganku, ingin aku sampaikan kepada Allah permohonanmu, maka ucapkanlah : Bismillaahi, ‘alaa niyyati sayyidi syekh ‘abdul Qodir Jailani. Jauh-jauh kita datang ke Suryalaya ini untuk mengikuti Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani, tidak lain untuk mendapatkan berkah dari Pangersa Abah dan Syekh Abdul Qodir Jailani.

Yakinkanlah, dengan mengamalkan dzikir, khataman, manaqiban dan amal shaleh yang lain baik secara lahiriyah maupun batiniah, maka Allah akan mengabulkan hajat-hajat kita. Amalkan dengan ikhlas dan bersabarlah.

MENCARI KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT

Kuliah Subuh : KH. Drs. Sandisi

Artinya : Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung. [al-Jumu’ah (62) : 10]. Berkaitan dengan ayat ini, Pangersa Abah mendapati dua kekhawatiran. Kekhawatiran pertama; Setelah seseorang mendapatkan talqin dzikir, dia “asyik” dengan dzikirnya kemudian melupakan kehidupannya di dunia, melupakan tugas dan kewajibannya sebagai orang tua, sebagai anak, sebagai warga masyarakat, melupakan kehadirannya sebagai manusia di muka bumi ini. Kekhawatiran yang kedua adalah sebaliknya, dia tidak mengamalkan dzikir yang telah diajarkan. Oleh karena itu, mari kita menyeimbangkan antara keduanya; bekerja di dunia dan beramal untuk akhirat. Seperti dalam sebuat hadits dikatakan: Tidak termasuk kebaikan, jika kita mencari kebaikan di dunia tapi melupakan akhirat atau sebaliknya.

Pada ayat di atas, kita diperintahkan untuk shalat. Alhamdulillah, selain shalat secara lahir yang telah di atur oleh ilmu fiqih, kita juga telah diberi tahu tentang shalat secara bathin. Shalat secara lahir ditentukan waktunya; Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya serta shalat sunat lainnya. Sedangkan shalat bathin, tidak ditentukan waktunya. Kapan saja, dimana saja, sedang apa saja, baik dalam keadaan suci ataupun berhadats. Shalat bathin yaitu selalu Ingat Allah di dalam hati (dzikir Khofi) harus terus dilaksanakan. Banyak hadits yang menyinggung masalah shalat ini. Shalat adalah tiangnya agama … Shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab … dan lain-lain.

Setelah shalat, kita diperintahkan untuk bertebaran di muka bumi, ke barat, ke timur, ke utara ke selatan, kemana saja. Carilah karunia yang telah diberikan Allah. Menurut Imam al-Ghozali carilah karunia itu diartikan dengan mencari ilmu. Karena Nabi Muhammad Saw. bersabda: Barang siapa yang menghedaki dunia pakailah ilmu, barang siapa yang menghendaki akhirat pakailah ilmu. Barang siapa yang menghendaki kedua-duanya pakailah ilmu. Pangersa Abah selalu berharap, untuk terus belajar, terus menuntut ilmu, menambah pengetahuan, menambah pengalaman. Coba bandingkan Dua orang Tukang Batu. Yang satu hanyalah seorang tukang batu biasa. Dan yang satu lagi Tukang Batu Luar biasa yaitu seorang dokter yang bertugas mengambil batu ginjal dengan menjalankan operasi. Si Tukang Batu biasa, kerja seharian, mungkin hanya mendapatkan uang beberapa puluhan ribu rupiah saja, tapi seorang tukang batu luar biasa, hanya beberapa menit atau jam, bisa mendapatkan uang yang jauh berbeda. Begitu juga dengan ibadah. Apalah artinya ibadah siang malam tanpa dibarengi dengan ilmu.

Salah satu ilmu yang telah diberikan oleh Pangersa Abah adalah dzikir Khofi. Setiap pekerjaan baik yang kita laksanakan, apabila diiringi dengan ingat kepada Allah, maka dia akan bernilai ibadah, meskipun hanya berolah raga, mengikuti rapat, jalan-jalan dengan keluarga, nonton TV dan sebagainya. Tanpa diiringi dengan ingatan kepada Allah, meskipun shalat di depan Ka’bah, tiadalah artinya. “Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepuk tangan… [al-Anfal (8) : 35]

Oleh karena itu, marilah kita tunaikan shalat, laksanakan tugas sehari-hari disertai dengan dzikrullah (selalu ingat kepada Allah di dalam hati).

BENTENGI DIRI DENGAN LAA ILAAHA ILLALLAH

Godaan Iblis terhadap Nabi Adam As. patut kita jadikan contoh, betapa dahsyatnya godaan dan bujukan Iblis tersebut sehingga Adam dan Hawa harus turun ke bumi bersama dengan Iblis menjadi musuh untuk selamanya. Apa yang kurang dari Nabi Adam As.? Pangkatnya Nabi dan Rasul pertama, jabatannya Kholifatul fil ardh, Wakil Allah di muka bumi, ilmunya tinggi, sehingga para Malaikatpun bersujud kepadanya untuk memenuhi perintah Allah kecuali salah seorang diantaranya yang menganggap dirinya lebih baik dari Adam. Kekayaannya, Adam dipersilahkan menikmati semua yang ada di “surga” kecuali popon khuldi. Tetapi … karena bujuk rayu Iblis yang begitu kuat, akhirnya Adam dan Hawa melanggar perintah Allah. Lihatlah diri kita, pangkat apa yang kita punya, jabatan apa yang kita miliki, kekayaan dan ilmu apa yang kita simpan? Iblis tetap akan menggoda kita, dan kita dipastikan akan terbujuk, tergelincir, tergoda sehingga melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya atau sebaliknya tidak mau melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Banyak cara dilakukan oleh manusia untuk menjaga diri, keluarga, harta, jabatan, pangkat, kedudukan dan lain-lainnya. Seperti rumah tempat tinggal kita ditempeli dengan ayat-ayat Qur’an misalnya Ayat Kursi. Supaya tidak dibisa dimasuki maling, misalnya. Ayat Qur’an yang ditempel di dinding rumah kita, bisa jadi membuat syetan emoh masuk ke rumah kita. Tapi syetan itu pintar. Ketika rumah kita di tempeli ayat Qur’an, dia melihat yang punya rumahnya TIDAK DITEMPELI AYAT QUR’AN. Maka … kitalah yang kemudian dimasuki syetan, Na’udzu billahi min dzaalik. Selanjutnya bisa ditebak, kita menjadi temannya. Parahnya lagi, tidak hanya syetan saya yang masuk ke dalam diri dan hati kita, tapi juga dunia dan segala isinya masuk ke dalam hati kita.

Mobil masuk ke hati, sehingga ketika mobil itu hilang atau dicuri, maka hati kita menjadi sakit. Keluarga di masukkan ke dalam hati, sehinga ketika salah seorang diantara mereka meninggalkan kita, hati kita menjadi sakit. Pangkat dan jabatan serta kedudukan, dimasukkan pula ke dalam hati, sehingga ketika hal tersebut tidak lagi ada pada diri kita, maka hati kita menjadi sakit dan seterusnya. Tetapi … APAKAH kita pernah MERASA SAKIT ketika ALLAH HILANG DALAM HATI KITA? Kita seharusnya terus bersyukur karena telah bertemu dengan Pangersa Abah Anom yang telah menempelkan al-Qur’an ke dalam diri kita, ke dalam ruh kita, menempelkan Ismu dzat ke dalam hati kita. Bukan berarti tidak boleh mencari dunia, silahkan saja tapi jangan sampai dunia itu dimasukkan kedalam hati kita, cukup Allah saja yang ada di dalam hati ini.

Sekali lagi, mari kita bersyukur kepada Allah, karena melalui Pangersa Abah, kita diajarkan untuk selalu mengisi hati kita dengan dzikrullah, membetengi diri kita dengan kalimat Laa Ilaaha Illallah, menuntun kita untuk selalu beribadah, memberikan contoh kepada kita untuk hidup bahagia di dunia juga sejahtera di akhirat. Kalau begitu, apa yang sudah kita berikan untuk Suryalaya? Jangan hanya omong saja yang besar, retorika saja yang begitu menarik tapi kosong dari realitas. Mari kita buktikan pengabdian kita kepada Pangersa Abah Anom, kepada pesantren Suryalaya di mana saja kita berada dengan tenaga, harta, pikiran, dengan diri yang dilandasi keikhlasan. Amin ya robbal ‘alamiin.

KERUGIAN ORANG YANG LUPA KEPADA ALLAH

Wahai saudaraku, jauhilah maksiat, sebab terkadang ia menjadi penyebab tertutupnya rezeki bagimu. Jangan engkau melalaikan dzikir dan ketaatan, sebab adakalanya ia menjadi penyebab padamnya mata hati dan keterputusan dari Allah. Allah berfirman : “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri, rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai” (QS. al-A’raf : 205). Ketahuilah, orang yang menggunakan kesehatan dan msa mudanya untuk bermaksiat kepada Allah, maka perumpamannya adalah seperti diwarisi ayahnya uang yang banyak, lalu ia belikan ular, kalajengking, serta berbagai binatang berbisa lainnya, lalu meletakkan semuanya di kamar tidur, makan yang satu mematuknya, yang lain menyengatnya, dan ada juga yang menggigitnya. Bukankah mereka membunuhnya?

Maka, perumpamaanmu adalah tak ubahnya seperti burung-burung pemangsa daging yang terbang berkeliling di atas bangkai-bangkai berserakan. Mereka mencarinya, dan begitu menemukannya mereka pun langsung turun dan menggayangnya dengan badannya yang besar dan sayapnya yang kuat, tinggi terbangnya dan tajam matanya. Tapi karena sasarannya berada di tempat sangat rendah, maka seringkali ia harus merosot turun ke bawah sehingga jatuh ke dalam kotoran-kotoran. Wahai saudaraku, jadilah engkau seperti lebah, kecil tubuhnya, pendek sayapnya, jarang terbangnya, tetapi semangatnya besar, jiwanya tinggi dan tidak hinggap kecuali pada bunga-bunga, hanya mengisap sari bunga nan wangi, mengeluarkan madu nan lezat dan hanya berbuat kebajikan. Jiwa-jiwa itu agung, maka untuk memenuhi kehendaknya tubuh-tubuh pun merasa senang.

Wahai saudaraku, lama sekali engkau berliku-liku di negeri ujian, diuji dengan musibah, didera dengan cambuk, agar engkau sadar dari kelupaanmu, bangun dari tidurmu, kembali kepada Tuhanmu, dan bebas dari dosamu. Tetapi, ujian itu tak akan berguna bagimu sedikitpun. Karena memang ujian itu sebenarnya bukan untuk orang yang sudah lupa (sepertimu), yang sedikitpun tak bisa menerima nasihat. Karena seorang wanita yang tak waraspun menyembelih anaknya di kamar sambil makan-makan dan tertawa, tidak menyadari apa yang sedang terjadi, tidak peduli dengan apa yang menimpanya.

Begitu juga engkau, engkau telah ditimpa berbagai musibah, seperti terlewatkannya bangun malam, tidak merasakan nikmatnya dzikir, hilang lezatnya bacaan al-Qur’an, meremehkan pemenuhan kewajiban, bebal dan tidak sedih, tidak menyesal, tetapi engkau malah banyak makan, tertawa, dan bersenang-senang. Semua itu terjadi karena kelalaian telah memadamkan hatimu, mematikan cahaya hatimu yang paling padam, merampas manisnya iman dari jiwamu, sehingga engkau tak lagi bisa membedakan antara yang berbahaya dan bermanfaat.

Orang hidup pasti terperanjat ketika ditusuk jarum ataupun duri, sementara mayat tidak merasakan apa-apa meski disayat-sayat pedang atau gergaji. Maka, jika engkau tidak bersedih atas terlewatkannya dzikir dan ketaatan, tidak bersedih setelah maksiat, maka engkau adalah orang mati hati, tak bernurani, tidak dapat membedakan antara kebaikan dan kejahatan, antara kebahagian dan kesedihan, tidak mengenal mana yang bermanfaat dan yang membahayakan.

Karena itu wahai saudaraku, tangisilah dirimu, berupayalah untuk membangunkan dan menghidupkan hatimu, mendekatkan dirimu dengan guru (musryid), duduklah di majelis dzikir, ilmu dan hikmah. Sebab di situ ada wangi dari tiupan surga, engkau akan menemukannya setelah bubar dari mejelis, dalam jalan hidupmu, di kampus, di toko, di rumah, atau sambil bersua bersama keluarga. Janganlah engkau lewatkan majelis-majelis dzikir, ilmu dan hikmah. Janganlah engkau katakan tidak ada gunanya hadir di majelis kebaikan dan ketaatan, karena aku telah terjerumus ke dalam dosa-dosa, dan aku tak kuasa meninggalkannya.

Karena perkataan seperti itu adalah dari bisikan syetan yang terkutuk, yang rasukannya ke dalam jiwa dimaksudkan agar seorang mukmin terhalang dari kebaikan. Tetapi yang berburupun tetaplah wajib memanah. Jika engkau mendapatkan buruannya hari ini, maka hari esokpun masih ada, dan jangan engkau putus asa dari rahmat Allah. Allah berfirman : Katakanlah :” wahai hamba-hambaku yang melapaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. al-Zumar : 53)…

BERSUJUD KEPADA ALLAH

“Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, mencintai apa-apa yang mendekatkanku untuk mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah mencintai-Mu lebih aku cintai daripada mencintai diriku, keluargaku dan daripada mencintai air yang segar”
Bulan Rajab dimuliakan oleh Allah Swt. Inilah bulan yang dipenuhi dengan shalat. Semoga shalat yang kita dirikan bisa menjadikan kita mi’raj secara ruhani. Setiap hari kita ikrarkan :WajjaHtu wajhiya lilladzii fathoros samaa waati wal ardh.Pangersa Abah telah mengajarkan dan membimbing kita bagaimana supaya hati ini selalu ingat kepada Allah, menghadap kepadanya, bertawajuh dalam setiap keadaan.

Menghadapkan wajah kita ke Ka’bah baitullah dalam shalat telah diatur dalam ilmu fiqih. Sedangkan ulama ahli dzikir dalam Tafsir ‘Isyari mengatakan bahwa menghadapkan wajah dalam ayat tersebut adalah menghadapkan hati kita kepada Allah Swt. Alhamdulillah, kita telah dipertemukan dengan Pangersa Abah Anom sehingga kita bisa melaksanakan shalat secara jasmani dan shalat secara ruhani. Meskipun, lebih banyak lupanya kepada Allah dari pada ingatnya.

Mendekatkan diri kepada Allah (Taqorrub ilalah) diperintahkan oleh Allah dalam surat al-‘Alaq ayat terakhir (19): … wasjud waqtarib (… Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). Sujud secara syariat menurut ilmu fiqih adalah tujuh anggota badan kita dihadapkan ke kiblat yaitu dahi menempel ke bumi, 2 telapak tangan, 2 lutut dan 2 kaki yang jari-jarinya dihadapkan ke kiblat. Tapi apakah dalah sujud tersebut kita sudah dekat dengan Allah? Pangersa Abah dalam kitabnya Miftahus shuduur menerangkan tentang makna dekat (taqorrub, qurbah) seorang hamba kepada Allah. Seseorang dikatakan jauh dari Allah bukan karena jaraknya yang jauh tapi lupa kepada Allah itulah jauh. Dan dekat kepada Allah juga bukan diukur dengan jarak. Dimana hati seseorang ingat (hadhir) kepada Allah (tawajuh), berarti dia sedang dekat kepada Allah. Sehingga ada orang yang sujud badannya, sujud pula hatinya (ingat kepada Allah). Ada pula orang yang tidak sedang sujud badannya (sedang di pasar, di kantor, di kebun dll.) tapi hatinya selalu ingat kepada Allah maka dia sedang dekat kepada Allah. Ada pula orang yang sujud badannya tapi tidak ingat hatinya kepada Allah berarti dia lupa kepada Allah, tidak dekat kepada Allah. Alhamdulillah, kita telah ditunjukkan oleh Pangersa Abah untuk menjadi orang yang pertama dan kedua.

Rasulullah Saw. bersabda : Posisi seorang hamba yang terdekat antara dia dan tuhannya yaitu ketika bersujud.

THE MAGICAL POWER OF REPITION

KH. Drs. Wahfiudin, MBA

Diantara ucapan Syekh Nazim Haqqani, sewaktu beliau datang ke Suryalaya beberapa tahun yang lalu dan duduk disebelah kanan Pangersa Abah Anom adalah : “Kalian boleh sekolah setinggi-tingginya dan memasuki universitas yang ternama di manapun. Tetapi yang namanya ilmu itu bagaikan batang-batang lilin. Setinggi-tingginya ilmu yang kalian raih, hanya seperti batang-batang lilin. Tetapi batang lilin, meskipun setinggi atau sebesar pohon kelapa, tidak akan bermanfaat kalau tidak yang menyulutkan api kepada lilin itu, tidak ada yang menyulutkan cahaya kepada lilin itu. Dan salah satu orang yang bisa menyulutkan cahaya, menyulutkan api kepada batang lilin itu adalah orang yang berada disebelah kanan saya (Abah Anom). Beliau yang berada di sebelah kanan saya, terlihat menunduk seperti tidur padahal tidak, justru apa yang saya sampaikan adalah apa yang ada dalam hatinya. Saya hanya menyampaikan apa yang hendak beliau sampaikan melalui qolbunya.

Syekh Nazim melanjutkan : “Inilah salah satu orang besar yang ada di dunia Timur. Selagi Beliau masih ada jangan ditinggalkan”. Itulah pesan Syekh Nazim. Seperti kita lihat, secara fisik lahiriyah, Pangersa Abah sudah lemah. Oleh karena itu, kita yang mengaku sebagai muridnya, perlu bertanya kepada diri sendiri, apa yang sudah kita lakukan untuk Beliau. Abah berjuang siang dan malam, bahkan disaat kita tidak menyadarinya. Mari kita sama-sama rapatkan barisan seperti pesan Abah Sepuh dalam TANBIH, ulah aya kabengkahan jeung sadayana, jangan ada perpecahan diantaran kita. Tidak mungkin kita bisa berjalan sendiri-sendiri, mengatasai semua persoalan sendiri. Kita harus bersama. Mudah-mudahan keberkahan-keberkahan yang kita nikmati dari Guru Mursyid, tidak kita nikmati sendiri tetapi membagi-bagikannya kepada saudara-saudara kita yang lain diluar sana sangat memerlukannya. Oleh karena itu kita perlu bekerja dengan langkah-langkah yang sistematik. Marilah kita bekerja dengan manajemen yang rasional dengan berbagi tugas dan tanggung jawab. Pertumbuhan penduduk Indonesia begitu cepat sehingga jumlahnya kini mencapai 220 juta jiwa. Tapi berapa banyak yang sudah mengenal talqin dzikir, meskipun setiap hari Wakil Talqin memberikannya. Tetapi dengan pertumbuhan penduduk yang begitu cepat, masih banyak saudara-saudara kita yang belum merasakan nikmatnya dzikir ini.Mursyid, cukuplah seorang saja. Pelayan Mursyid itulah yang perlu banyak.

Allah Swt. berfirman di dalam al-Qur’an surat Ali ‘Imran : 190-191 : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

Dalam ayat di atas kegiatan utama seorang Ulil Albab adalah dzikir dan fikir. Kata-kata dzikir selalu dikaitkan dengan Allah seperti alladziina yadzkuruunallaah sedangkan fikir selalu dikaitkan dengan fenomena atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam atau realitas alam. Oleh karena itu ketika berdzikir jangan berfikir. Orang-orang yang sudah terbiasa berfikir akan merasa kesulitan ketika dilatih berdzikir berbeda dengan orang awam yang lebih mudah melakukan dzikir. Dengan dzikir, kita akan terhubung kepada Allah sehingga akan kita dapatkan cahaya ilahi, hidayah, inspirasi atau petunjuk. Tapi meskipun kita mendapat petunjuk, kalau kita jarang berfikir maka petunjuk-petunjuk itu akan sulit untuk diurai, tidak bisa mejabarkannya apalagi menerapkannya. Sehingga ada orang yang mendapatkan cahaya Allah dengan dzikirnya tetapi karena tidak terbiasa berfikir maka cahaya Allah tersebut tidak bermanfaat untuk orang yang tinggal di sekitarnya. Jadi dzikir dan fikir harus seimbang.

Untuk menyeimbangkan kedua hal tersebut kita perlu latihan (riyadhoh). Seperti seorang yang mengemudikan mobil, tangan, kaki dan matanya bisa bekerja bersamaan. Kunci dari latihan adalah disiplin dan pengulangan. Sehingga Nabi berkata : Perbaharuilah iman kalian. Sahabat bertanya bagaimana memperbaharui iman kami itu? Jawab nabi dengan memperbanyak ucapan Laa ilaaha ilallah. Dalam dunia training atau latihan-latihan dikenal istilah The magical power of repition. Artinya seseorang yang secara terus menerus melakukan pengulangan suatu hal maka akan muncul kekuatan yang tidak terbayangkan. Dalam sebuah hadits Nabi bersabda : Aku tidak menghawatirkan kalian tentang perbuatan dosa seperti syirik, zina dan pembunuhan karena semua itu terlihat. Tetapi yang aku khawatirkan adalah perbuatan dosa kecil yang terus menerus kalian lakukan sehingga menjadi kebiasaan. Begitu juga dzikir yang kita amalkan, lakukan terus menerus.

One Comment leave one →
  1. rdh permalink
    21 June 2010 12:14 am

    insyalloh bermanfat amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: